Kembali ke Berita
Cerita Perubahan

Berdaya dan Mandiri Melalui Usaha Keripik Manggleng

Sudah hampir setahun ini tepatnya sejak Juli 2025, KDD (Kelompok Difabel Desa) Waras Sejati Desa Kampung Delima Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu menggeluti usaha makanan ringan melalui produksi keripik manggleng bumbu rujak sebagai produk unggulan usaha KDD. Keripik manggleng, cemilan khas Jawa yang terbuat dari singkong yang diiris tipis dan digoreng ini sengaja dipilih sebagai produk KDD atas kesepakatan bersama anggota KDD dengan pertimbangan bahan baku mudah didapat, harga bahan baku relatif murah dan proses pembuatan mudah dikerjakan.

Berdaya dan Mandiri Melalui Usaha Keripik Manggleng
Sudah hampir setahun ini tepatnya sejak Juli 2025, KDD (Kelompok Difabel Desa) Waras Sejati Desa Kampung Delima Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu menggeluti usaha makanan ringan melalui produksi keripik manggleng bumbu rujak sebagai produk unggulan usaha KDD. Keripik manggleng, cemilan khas Jawa yang terbuat dari singkong yang diiris tipis dan digoreng ini sengaja dipilih sebagai produk KDD atas kesepakatan bersama anggota KDD dengan pertimbangan bahan baku mudah didapat, harga bahan baku relatif murah dan proses pembuatan mudah dikerjakan.

Sebagai sebuah kelompok difabel, pengurus dan anggota KDD Waras Sejati menyadari bahwa mereka harus aktif dan produktif untuk mendorong perubahan di KDD, serta mendorong pemberdayaan dan kemandirian tidak hanya untuk kelompok tapi juga bagi individu anggotanya. Salah satunya melalui usaha bersama KDD memproduksi keripik manggleng bumbu rujak yang saat ini telah menjadi kegiatan anggota KDD yang terjadwal rutin setiap minggunya. Tidak hanya untuk pemberdayaan, kegiatan produksi keripik manggleng ini juga memperkuat dan mempererat rasa kekeluargaan antar anggota KDD.

Seiring berjalannya waktu, usaha keripik manggleng ini semakin menguat dan berdaya. Saat ini dalam satu bulan rata-rata memproduksi 750-1000 bungkus keripik manggleng bumbu rujak (menyesuaikan kondisi pasar) yang dikemas dalam bungkus kecil dibanderol harga seribuan dan bungkus sedang dengan harga lima ribuan per bungkusnya. Untuk pemasaran saat ini keripik dipasarkan dengan menitipkannya di warung-warung yang ada di desa dan juga beberapa warung di luar desa serta berpartisipasi pada event-event bazar UMKM yang ada di desa/kecamatan/kabupaten.

Guna mendukung penguatan usaha keripik manggleng ini, pengurus KDD juga berinisiasi secara mandiri menjalin jejaring dengan lembaga filantropi seperti Baznas dan Lazismu Rejang Lebong untuk mendapatkan bantuan modal usaha.

Sejak terbentuk di tahun 2024, KDD Waras Sejati menjadi kelompok difabel dampingan PMMI dalam program SOLIDER (Penguatan Inklusi Sosial untuk Kesetaraan dan Hak-Hak Difabel) yang bekerjasama dengan SIGAB Indonesia dan didukung oleh program INKLUSI. PMMI mendukung penuh untuk mendorong eksistensi dan keberlanjutan usaha KDD, diantaranya melalui peningkatan kapasitas anggota KDD dalam manajemen administasi pembukuan dan pembuatan profil usaha, mendorong KDD untuk dapat menjalin kerjasama dengan stakeholder baik yang ada di desa maupun di luar desa untuk mendapatkan dukungan usaha, serta melibatkan UMKM KDD dalam partisipasi di berbagai kegiatan bazar/pameran UMKM.

Kegiatan usaha kelompok ini menjadi salah satu bentuk praktek baik dari keberadaan KDD sebagai agen perubahan, tidak hanya mendukung penguatan anggota KDD secara personality nya tetapi juga dapat membantu anggota KDD khususnya difabel dalam pemberdayaan ekonomi dan mendapatkan penghasilan tambahan.