Kota Bengkulu – Perkumpulan Mitra Masyarakat Inklusif (PMMI) Bengkulu menyelenggarakan pelatihan “Peningkatan Kapasitas Forum Difabel dalam Adaptasi Perubahan Iklim” yang diikuti oleh perserta dari lintas Organisasi Penyandang Dsiabilitas di Kota Bengkulu. Kegiatan pelatihan ini merupakan rangkaian kegiatan dari program GOFOR : Gerakan Optimalisasi Forum Difabel dalam Ketahanan Iklim di Kota Bengkulu, yang merupakan Dukungan dari program Climate Justice Defender 2.0 bagi organisasi masyarakat sipil dan komunitas warga di Indonesia tahun 2026 oleh YAPPIKA.
Kegiatan ini merupakan ruang belajar yang inklusif untuk membekali forum difabel dengan pengetahuan adaptasi perubahan iklim. Langkah nyata ini diambil mengingat kelompok difabel sering kali menjadi pihak yang paling rentan dan kerap diabaikan pada perencanaan kebijakaan iklim, saat kegiatan tentang iklim maupun saat terjadi bencana akibat krisis iklim.
Kegiatan ini dilakukan selama 3 hari, mulai dari tanggal 25 Juni 2026 sampai 27 Juni 2026. Pada hari pertama, menghadirkan pemateri Bapak Dr. Gunggung Senoaji, S.Hut.,M.P., merupakan Kepala jurusan Kehutanan Universitas Bengkulu, yang menyampaikan tentang dasar perubahan iklim, ketahanan iklim dan adaptasi iklim yang dilanjutkan dengan tanya jawab. Setelah break ISHOMA dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Chaidir, merupakan difabel yang aktif dalam kebencanaan. Materi yang disampaikan yaitu resiko bencana dan kerentanan difabel.
Hari kedua dalam pelatihan, PMMI menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu. Pada kesempatan ini kegiatan dibuka oleh Bapak I Made Ardana, ST., MT, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bengkulu, dan dilanjutkan dengan materi kesiapsiagaan bencana Kota Bengkulu dan Mitigasi Bencana inklusif. Setelah istirahat siang kegiatan dilanjutkan dengan simulasi evaluasi bencana gempa bumi yang mana difabel dibagi kelompok sesuai ragam disabilitasnya dan kegiatan ini sekaligus ruang belajar bersama antara peserta dan BPBD untuk mengetahui cara evakuasi dan hambatan yang dialami saat bencana.
Sebagai penutup dihari ketiga, sesi pertama materi disampaikan oleh Bapak Irfan Afandi dengan materi GEDSI dalam adaptasi perubahan iklim dan dilanjutkan penyampaian materi strategi kampanye media sosial oleh saudara Septo dari divisi media PMMI. Menutup rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari ini, peserta menyusun rencana tindak lanjut diantaranya menyepakati adanya pertemuan lanjutan, adanya rencana aksi advokasi dan audiensi dengan pemerintah dan pemangku kebijakan terkait pengarusutamaan inklusivitas disabilitas dalam ketahanan iklim, adaptasi perubahan iklim dan kebencanaan, serta rencana aksi bersama dalam mendukung keadilan iklim.(SAY)



