Bengkulu – Panen perdana instalasi hidroponik menjadi langkah baru bagi Sahabat PMMI untuk mengembangkan keterampilan sekaligus mendorong kemandirian pangan dan ekonomi. Sebanyak 300 pad tanaman selada merah, selada hijau dan pakcoy yang dibudidayakan di rumah tanam hidroponik PMMI dipanen setelah melalui masa tanam sekitar 35 hari, Rabu (26/8/2026).
Panen tersebut menjadi bagian dari kegiatan “Panen Raya dan Serah Terima Instalasi Hidroponik dari Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH (UniHaz) Bengkulu kepada PMMI” yang berlangsung di lahan belakang sekretariat Perkumpulan Mitra Masyarakat Inklusif (PMMI) Bengkulu.
Instalasi hidroponik tersebut dibangun melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Tahun 2026 melalui kerja sama alih teknologi hidroponik yang inklusif antara UniHaz dan PMMI. Rumah tanam ini dikembangkan sebagai ruang belajar bersama bagi Sahabat PMMI, khususnya teman-teman difabel, untuk mengenal dan mempraktikkan budidaya hidroponik.
Kegiatan dibuka oleh Ir. Sri Rustianti, M.Si., yang mewakili Rektor Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH. Dalam sambutannya, ia berharap hasil yang telah dicapai melalui program tersebut tidak berhenti pada panen perdana.
“Saya berharap apa yang telah dicapai melalui program ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini saja. Justru hasil yang kita lihat sekarang boleh jadi titik awal untuk hasil yang lebih besar untuk masa mendatang,” ujar Sri.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat penerima manfaat, khususnya Sahabat PMMI, atas keterbukaan dan semangat untuk terus belajar dan berkembang selama mengikuti program.
Bagi Sahabat PMMI, proses budidaya hingga panen menjadi pengalaman baru. Dedi, Koordinator Hidroponik PMMI, mengatakan pendampingan yang diberikan UniHaz membantu teman-teman difabel memahami bahwa hidroponik dapat dipelajari dan dilakukan secara bertahap.
“Mewakili teman-teman difabel mengucapkan terima kasih kepada PMMI dan UniHaz karena sudah memberikan bimbingan dan membina kami agar kami dapat memberdayakan diri sendiri. Dengan adanya program ini kami tahu bahwa hidroponik tidak sesusah itu. Semoga dapat menambah wawasan dan manfaat bagi kami,” kata Dedi.
Setelah sambutan, instalasi hidroponik diserahterimakan oleh perwakilan UniHaz kepada Ketua PMMI, Irna Riza Yuliastuty, S.Sos. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan panen bersama yang diikuti oleh seluruh peserta.
Kegiatan tersebut dihadiri pihak UniHaz yang terdiri dari dosen, koordinator program, dosen dan instruktur hidroponik serta mahasiswa. Turut hadir Sahabat PMMI dan mahasiswa Kesejahteraan Sosial Universitas Bengkulu.
Sri Rustianti mengatakan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh Sahabat PMMI diharapkan dapat terus dikembangkan setelah program selesai. Menurutnya, keterampilan tersebut dapat menjadi salah satu jalan untuk mendorong kemandirian pangan sekaligus membuka peluang kemandirian ekonomi.
“Harapannya keilmuan dan keterampilan yang didapat oleh penerima manfaat, dalam hal ini Sahabat PMMI atau teman-teman difabel, tidak berhenti sampai di hari ini saja, tetapi mereka dapat melanjutkan, artinya kemandirian pangan, kemandirian perekonomian,” katanya.
Ia juga berharap teman-teman difabel terus bersemangat mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang telah diperoleh melalui program tersebut.
Setelah panen perdana, PMMI berencana kembali memanfaatkan instalasi untuk penanaman berikutnya dengan jenis tanaman yang berbeda. Dedi mengatakan pengembangan juga akan dilakukan pada aspek aksesibilitas agar lokasi hidroponik semakin ramah dan mudah digunakan oleh teman-teman difabel.
Menurutnya, peningkatan kapasitas akan dilakukan secara bertahap setelah peserta memahami dasar-dasar hidroponik. Salah satu rencana pengembangan adalah sistem budidaya hingga tahap aquaponik dan toboponik.
“Ke depannya hidroponik ini dikembangkan dan dibuat lebih besar lagi,” ujar Dedi.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berjalan dan berkembang melalui sinergi antara PMMI, UniHaz dan pihak-pihak lain. Bagi PMMI, keberlanjutan menjadi penting agar instalasi yang telah dibangun tidak hanya menjadi fasilitas program, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai ruang belajar dan kegiatan yang dapat terus dikembangkan oleh Sahabat PMMI.
Pengembangan hidroponik juga menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim. Cuaca yang semakin tidak menentu menjadi salah satu tantangan bagi pertanian konvensional yang bergantung pada kondisi musim dan lingkungan.
Sistem hidroponik menjadi salah satu alternatif yang dapat dikenalkan kepada masyarakat karena dapat dilakukan pada ruang yang terbatas dengan pengelolaan yang lebih terukur.
Bagi Sahabat PMMI, proses ini sekaligus membuka kesempatan untuk mempelajari model pertanian yang lebih adaptif sambil mengembangkan keterampilan yang dapat mendukung kemandirian pangan dan ekonomi.
Panen perdana ini pun bukan menjadi akhir dari program. Setelah 300 pad tanaman dipanen, instalasi hidroponik di lahan belakang sekretariat PMMI akan kembali digunakan untuk penanaman berikutnya, sembari dilakukan pengembangan aksesibilitas dan peningkatan kapasitas Sahabat PMMI.
Melalui kerja sama UniHaz dan PMMI, rumah tanam ini diharapkan terus berkembang menjadi ruang belajar pertanian yang inklusif sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan masyarakat menghadapi perubahan iklim.



